Time to hit the road! Setelah berkelahi dengan emosi dan keruwetan hari pertama, saatnya memulai road trip! Letssss go!!
Itinerary
Berikut itinerary awal kami yang sungguh ambisius hehehehe. Jadi rencana awalnya, kami mau ke sisi barat dulu dari Christchurch ke Lake Pearson, Hokitika, Franz Josef, Wanaka, Queenstown, Milford Sound, Queenstown lagi, baru balik ke Christchurchnya lewat Mount Cook (Hooker Valley), Lake Tekapo dst. Namun ambisi hanyalah ambisi. Di hari pertama, itinerary ini langsung diubah 180 derajat kebalikannya. Karena kami baru beres ambil RV, groceries menjelang magrib dan sisi barat itu lebih "uncivilized" dibanding sisi tengah (Lake Tekapo, Hooker Valley) yang lebih banyak turis, jadi kami putar itinerarynya lewat tengah dulu yang lebih banyak campsite, nanti balik ke Christchurchnya baru lewat sisi barat. Ternyata, keputusan kami tepat karena ternyata sisi barat bener-bener hutan yang ga ada signal. Cuma ada signal di kota-kota kecil kayak Franz Josef, Hokitika, selain itu SOS. Sepanjang jalan kami ngebatin "ini kalo kecelakaan di sini nyari pertolongannya gimana ya? Ga ada signal, jalanan sepi". Powered campsite yang bisa nyolok listrik, refill air juga cuma ada di kota-kota itu. Walaupun nekat sudah menjadi hobi kami, tapi Alhamdulillah belum sampe nekat nyetir truk di negara orang malam-malam langsung ke lokasi SOS di malam pertama.
Taraa. Akhirnya inilah itinerary yang lebih realistis. Kelihatan kan banyak yang dipangkas? Karena di hari pertama sudah tegangan tinggi dan udah hampir gelap juga, jadi kami mencari holiday park yang ada powered campsite terdekat, dan pilihan jatuh kepada Ashburton Holiday Park. Menginap di Ashburton sebetulnya untuk transit aja malam itu sih, setelahnya kami ke Lake Tekapo, Lake Pukaki, Hooker Valley Track, Glentanner, Wanaka, lalu balik ke Christchurch lewat sisi barat via Haast, Franz Josef, Hokitika, Lake Pearson, Christchurch.
Di malam pertama, kami langsung memangkas Milford Sound karena selain anggaran sudah membengkak, ternyata nyetir RV kan capek banget ya, jadi Milford Sound yang merupakan destinasi terjauh kami enyahkan. Di hari ke.....sekian (lupa) setelah hiking 10km sambil gembol anak di Hooker Valley Track dan menyentuh Wanaka, tenaga kami semacam udah nol besar, jadi ya sudah kami memutuskan untuk memangkas Queenstown dan stay di Wanaka 2 malam untuk istirahat karena sudah lelah tercepot-cepot. Padahal Queenstown katanya cantik banget, tapi selain karena lelah, nyetir RV di tengah kota juga spaneng banget. Hari pertama tuh tegangan tinggi karena nyetirnya masih di kota, waktu sudah mengarah Lake Tekapo, Lake Pukaki yang bukan kota besar sebetulnya cukup menyenangkan. Jadi daripada tegangan naik lagi, udah deh kita drop aja Queenstown.
Lake Tekapo
Ini cocok jadi preambule alias mukadimah perjalanan. Danaunya cantik banget dan dikelilingi beberapa gunung (puncak gunungnya bersalju kalau winter, kalau summer ngga tau ya). Udah cantik memanjakan mata, tapi belum "gong". Cocok buat santai-santai sambil beradaptasi dengan jetlag. Di area ini bisa hiking ke Mt. John Observatory, di pinggir danau juga ada kota kecil yang ada playground, supermarket, SPBU dengan pemandangan danau dan gunung. Maapin kami ngga punya fotonya, cari aja "Foursquare Tekapo", itu supermarket, depannya langsung playground menghadap ke danau dan gunung. Dah anteng-anteng di situ seharian juga enak.
To Stay
Di sekitar Lake Tekapo cukup banyak holiday park dengan berbagai harga dan fasilitas. Salah satu yang paling terkenal Lakes Edge Holiday Park. Ini holiday park termahal yang kami sambangi, NZD100/malam untuk powered campsite dengan pemandangan langsung ke danau dan gunung. Fasilitasnya lengkap: dapur bersama, shower, toilet, dan laundry facilitiesnya bisa pakai credit/debit card! Happy sekali karena di holiday park sebelumnya ngga bisa pakai kartu, cuma bisa pakai koin NZD. Males amat nuker-nuker uang koin. Di holiday park kecil yang dikelola pribadi memang ngga semua terima kartu untuk membayar laundry, jadi kalau cucian udah numpuk, kami berusaha mencari holiday park besar supaya bisa nyuci tanpa harus nuker uang.
| The hundred dollar view |
To Do
Seperti yang sudah dijelaskan, bengang-bengong sambil ngopi di pinggir danau aja udah nikmat banget, apalagi sambil masih jetlag. Cocok emang Lake Tekapo jadi destinasi pertama. Tapi kalau mau explore, ada beberapa rekomendasi yang kami rangkum namun tentu tidak semua kami datangi. Pertama, bisa hiking ke Mount John Observatory yang tentunya tidak kami lakoni karena masih letoy abis terbirit-birit unpacking sampai jam 2 pagi, dan menyimpan tenaga buat main coursenya yaitu Hooker Valley Track. Obyek yang paling terkenal di sekitaran Tekapo sebetulnya The Church of the Good Shepherd, gereja tua yang masih beroperasi, tapi lebih sering dipakai buat foto-foto karena pemandangannya yang langsung ke Lake Tekapo. Kami lewatin, rame, males turun, Kana tidur, yaudah ga ada foto.
Rekomendasi selanjutnya adalah pemandian air panas, namanya Tekapo Springs. Ini kolam renang umum dengan air hangat, cocok untuk santai-santai sekeluarga. Namun lagi-lagi tidak kami sambangi karena satu, bayar, dua, kesiangan. Kami baru bangun jam 10 pagi yang adalah jam 5 WIB, sementara harus mengejar waktu untuk nyetir 2.5 jam ke Hooker Valley dan harus sampai di destinasi sekitar magrib (karena memang tidak direkomendasikan untuk nyetir campervan di malam hari, ngeri sih emang), jadi maksimal kita cabut dari Tekapo jam 4 sore. Bangun jam 10 belom makan siang, belom mandi ganti-gantian 4 manusia, belom beres-beresin camper biar siap jalan, belom ngisi air buang sampah buang air bahhhhh ga keburu dah kalo mau hiking atau berenang. Akhirnya kami memutuskan untuk mandi, foto-foto, dan nongkrong di Astro Cafe. Ini cafe di atas bukit dengan pemandangan danau dan gunung, cakep dah pokoknya, silakan lihat foto di bawah.
![]() |
| Astro Cafe lagi mendung |
Untuk harga dan rasa makanan yaa ngga mahal, ngga murah juga. Buat beli kopi & snack sih oke, tapi buat makan berat kayaknya kureng. Selesai nongkrong, karena kami ngga pesen makan berat, tentu lapar dong. Jadinya kami kembali ke van dan masak mi instan. Sambil masak baru sadar pemandangan masak mi instan doang bisa begini. Kali ini, ngga nyesel pake campervan. Kapan lagi coba masak mi pemandangannya punya selera begini.
![]() |
| Perjalanan dari Astro Cafe ke highway |
Lake Pukaki
Selesai makan, perut kenyang, cuci piring, beres-beres, lalu meluncurlah kami ke arah Hooker Valley. Kami berniat menginap di dekat Hooker Valley, di Glentanner Holiday Park, dengan harapan besok pagi bangun, sarapan, lalu nyetir 20-30 menit ke Hooker Valley, jam 10an mulai hiking. Namun rencana hanya rencana, kok ya satu-satunya akses untuk ke Hooker Valley ditutup karena kebakaran. Akhirnya kami harus mencari tempat menginap lain yang ga terlalu jauh biar besok pagi ga keburu capek nyetir sebelum hiking. Karena holiday park terdekat jaraknya masih 35 menit dari lokasi kebakaran (yang artinya satu jam lebih dari Hooker Valley Track), kami memutuskan untuk freedom camp di Lake Pukaki aja (10 menit aja dari lokasi kebakaran), padahal belum ada persiapan. Untungnya, air masih full, baterai juga masih cukup dengan syarat harus survival mode (lampu ngga nyala banyak, masak ngga bisa pakai microwave/rice cooker, charge gadget yang penting-penting aja pakai powerbank, ngga mandi, ngga pup, dan kalau terpaksa ya tayamum).
![]() |
| Padamin api pake helikopter ember demi ember. Lucu tuk didokumentasikan, tapi.....kapan matinya? |
Sejujurnya kami emang pengen camping di Lake Pukaki karena emang gong diantara semua danau, tapi rencananya setelah dari Hooker Valley supaya lebih nyantai. Tapi takdir berkata sebelum Hooker Valley, ya terima aja. Berhubung sampai sini saya bingung jelasinnya, let the pictures do the explaination.
![]() |
| Waking up to this view kata Kana & Ducky |
| From where we camped |
Kebayang ngga, nyantai di pinggir danau, buka kursi dan meja camping, masak, bikin kopi, makan dan main-main dengan pemandangan begini? Sebuah impian yang tidak kesampaian karena lagi-lagi kami harus terbirit-birit ke Hooker Valley Track yang masih 40-50 menit perjalanan, ditambah bangun kesiangan (lagi). Sampe ga banyak dokumentasi di Pukaki saking terbirit-birit.
Hooker Valley Track (Mount Cook)
Niat awal: bangun subuh (jam 7 kurang), sarapan, berangkat ke Hooker Valley, hiking jam 10an. Kenyataan: abis subuh nyelonjor malah ketiduran lagi, baru bangun jam 9, sarapan (brunch sih), siap-siap, terbirit-birit (lagi), baru sampe Hooker Valley jam 12. Akhirnya baru mulai hiking jam 1 siang, durasi kurang lebih 2 jam one way, sementara jam 17.30 udah magrib yang ga mungkin dong kita masih di tengah trek pas magrib, paling ngga pas matahari mulai turun, kita udah deket lah sama parkiran.
Alhasil, lagi dan lagi, yang niatnya kita hiking santai, sambil duduk-duduk menikmati pemandangan, berujung terburu-buru kayak amazing race. Tapi, sungguh ngga nyesel dan mau ulang lagi hiking di Hooker Valley. Cakepppp banget dan tracknya juga gampang, landai dan mulus. Dikit banget jalanan berbatu atau nanjaknya. Cocok banget buat hiking bareng anak-anak. Terlalu banyak footage bagus selama hiking 4 jam, ini kami spill dikit aja yah.
![]() |
| No drama karena tracknya easy peasy dan pemandangannya bagus banget |
![]() |
| Ngemper bentar makan ruti |
Ujung dari hiking track ini adalah Hooker Lake yang beku pas winter, yay! Jadi pas nyampe, anak-anak main ice skating ala-ala. Seneng banget mereka, sayangnya cuma bisa sebentar karena takut keburu gelap. Kalau mau ke Hooker Valley kayanya emang mending pas winter. Pas summer, selain danaunya ngga beku, turis juga ruameee banget.
![]() |
| Standing on the frozen Hooker Lake |
Selesai hiking pas banget maghrib, masuk ke camper jam 7 kurang dengan kondisi badan rontok tapi hati hepi sekali karena pas cuacanya juga bagus banget. Oh ya, satu hal penting yang harus dipertimbangkan kalau hiking di Hooker Valley (atau di mana pun sih) itu cuaca! Kami tadinya mau menunda hiking karena bangun kesiangan, tapi karena forecast hari itu cerah sementara besoknya berawan, yasudah sikat deh dan ngga menyesal maksain hiking hari itu walaupun terburu-buru. Kalau hujan, jelas dingin dan licin. Kalau berawan, pemandangannya tentu ngga se-majestic pas cerah.
Hiking pas sunny winter day gini enak banget! Ngga gerah, tapi juga ngga terlalu dingin. Sepanjang jalan, kami ngga pakai jaket. Pas sampe di Hooker Lake baru mulai pasang jaket karena mataharinya mulai menghilang (gara-gara ketutup gunung dan emang udah sore juga). We were blessed with the perfect weather.
To Stay
20 menit dari Hooker Valley track, ada Glentanner Holiday Park dengan fasilitas yang cukup lengkap. Kalau lagi sepi, bisa masuk jam berapa aja. Kalau resepsionis udah tutup, bisa telepon, mereka akan kasih info lahan yang kosong di nomor berapa, nginep dulu, besok paginya baru bayar sebelum jam 10 pagi. Fasilitas di Glentanner Holiday Park cukup lengkap: laundry, dumping station, dapur umum, kamar mandi bersih, air hangat, dll. Harganya standard, untuk powered campsite 70 atau 80NZD. Lebih murah dibanding Lakes Edge di Tekapo.
Kalau mau freedom camping, bisa di parkiran Hooker Valley langsung. Ada WC di parkirannya, tapi ya namanya WC parkiran atraksi wisata, yaa gitu deh, ngga se-terawat di holiday park. Di sepanjang jalan dari Hooker Valley ke highway, saya ngga lihat ada lokasi freedom camp karena emang jalannya agak nanjak, jadi sisi jalannya hampir ngga ada lahan besar yang rata. Kalaupun ada, ada sign "no camping"nya.
Wanaka
Dari Glentanner, kami langsung menuju ke Wanaka, sekitar 190km, 3 jam perjalanan ditempuh di jam tidur siang anak-anak. Setelah dari Hooker Valley yang merupakan gong dari rangkaian liburan ini, kami merasa ini waktunya untuk slow down. Jadi, di Wanaka kami mau nyantai-nyantai aja, ngga ada agenda khusus.
Kami sampai di Wanaka magrib, lalu bermalam di Mt. Aspiring Holiday Park. Setelah seminggu ngga ada waktu nyantai, besoknya kami cuma mau ke playground atau museum di Wanaka, nyantai-nyantai, baru ke Queenstown sorenya. Namun rencana berubah saat kami nemu playground gratis dan seru di sisi Lake Wanaka, kalau di maps namanya Wanaka Dinosaur Playground. Permainan yang ada di playground ini kayanya di-desain sama fisikawan, karena banyak wahana yang mainnya menggunakan bodyweight, gerakan badan dan gravitasi. Contohnya spinning bowl yang dimainin Kana ini, gerakinnya dengan cara dongak/nunduk. Kalau kita nunduk atau badan bungkuk, dia muter. Tapi kalau dongak, dia berhenti. Seru.
Atau spinning tube yang dinaikin Kira ini, kalau kita mendekatkan badan ke center, dia bakal muter. Kalau mau berhenti, kita harus menjauhkan seluruh badan dari center point. Lumayan lah anak-anak olahraga core seperti pilates. Poin plus lainnya, ayah ibu bisa nyelonjor bentar karena ga harus dorongin anak-anak, mereka goyang-goyang sendiri sampe sore.
Keseruan playground ini akhirnya mengubah rencana (lagi). Yang tadinya mau cabut jam 4 ke Queenstown, jadi menginap 2 malam di Wanaka karena pas waktunya pergi, anak-anak belum puas main dan masih mau main lagi besoknya. Jadi kami bebaskeun main sampai magrib, terus menginap lagi di Mt. Aspiring Holiday Park. Ayah ibunya juga seneng-seneng aja karena nemenin anak-anak sambil pemandangannya makkkk cakep banget. Besoknya, setelah sarapan, main playground yang sama sampai siang (heran, kok ga bosen, tapi biarin, itung-itung ibu ayahnya istirahat dan anak-anak bisa main tanpa time keeper setelah diburu-buru terus kemarin-kemarin), makan siang, lalu capcus ke arah pulang melalui west coast.
![]() |
| Nunggu anak main nyambi ngitung ulang budget ehehehehe bengkak yh :) |
To Stay
Wanaka mirip-mirip sama Tekapo, banyak holiday park dan penginapan bertebaran. Kami memilih Mt. Aspiring karena di malam pertama harus nyuci dan menurut review THL laundry di holiday park ini bisa pakai kartu, dan di malam kedua udah males aja nyari yang lain, jadi di situ aja lagi.
To Do
Tentu, the famous Wanaka Tree. Tapi berhubung kami males ke tempat-tempat yang terkenal banget apalagi sampe crowded, seperti Wanaka Tree ini, jadi kami cukup menikmati dari dalam camper aja. Keliling kota kecil Wanaka juga seruu banget, asli, cantik banget kotanya. Small but enchanting. Kalau hujan dan harus mencari wahana indoor, kami kepikiran untuk wall climbing di Wanaka Climbing Centre. Untung cerah, jadi main di playground aja, gratis hehehehe. Kegiatan lainnya, apa lagi kalau bukan trekking/hiking. Trekking di sepanjang Lake Wanaka Coast juga seru kalau lagi cerah dan ada tenaga.
Some footage of charming Wanaka. Perjalanan pulang ke Christchurch kita bahas di part 3. See ya!














No comments
Post a Comment